59 Tahun FISIP Berbakti Bagi Negeri

Dies Natalis FISIP UNTAN Tahun 2024

Microsoft Dari Masa ke Masa

Sejarah Raksasa Teknologi Microsoft 1975-sekarang

Sejarah Berdirinya Google

Google Dari Masa ke Masa

Website dimata Pengguna

Perspektif tentang pentingnya website

Arsitektur Sistem Pemerintahan Elektronik

SPBE Menuju Pemerintahan Bersih Berkualitas Melayani

Mental Illness



Jenis-Jenis Mental Illness
Ada lebih dari 200 jenis mental illness yang bisa dialami seseorang. Namun, ada beberapa jenis mental illness yang cukup sering terjadi, yaitu:

1. Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan adalah salah satu jenis mental illness yang umum terjadi. Gangguan ini bisa membuat penderitanya merasa takut, cemas berlebihan, atau terancam saat berhadapan dengan objek atau situasi tertentu.

2. Depresi
Depresi juga merupakan jenis mental illness yang sering terjadi. Depresi diklasifikasikan sebagai gangguan mood yang dapat menyebabkan gejala, seperti perasaan sedih yang berlarut-larut, putus asa, bahkan keinginan bunuh diri. Gejala-gejala tersebut bisa dianggap depresi jika menetap selama lebih dari 2 minggu.

3. ADHD
Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah jenis mental illness yang paling banyak terjadi pada anak-anak dan bisa berlanjut hingga mereka dewasa. Orang dengan ADHD biasanya cenderung hiperaktif dan memiliki kesulitan dalam mempertahankan fokus pada suatu hal.

4. Gangguan makan
Gangguan makan adalah jenis mental illness yang berhubungan dengan konsumsi makanan. Penderitanya bisa mengonsumsi terlalu sedikit atau justru terlalu banyak makanan. Umumnya gangguan ini berkaitan dengan kecemasan penderitanya terkait berat badan dan bentuk tubuh yang dimilikinya.

5. Gangguan stres pascatrauma
Ini adalah gangguan yang terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti pelecehan, perang, bencana alam, atau kecelakan yang serius. Gangguan stres pascatrauma bisa membuat penderitanya terus merasa takut dan stres karena terbayang-bayang suatu peristiwa traumatis, bahkan jauh setelah peristiwa tersebut berakhir.

6. Skizofrenia
Skizofrenia adalah jenis mental illness yang terjadi saat penderitanya tidak mampu membedakan kenyataan dan pikirannya sendiri. Gangguan ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami pemikiran yang tidak realistis, halusinasi, dan perubahan perilaku.

Gejala Mental Illness
Gejala mental illness bisa berbeda-beda, tergantung pada penyakit dan tingkat keparahannya. Gejala-gejala ini bisa berasal dari gangguan pada emosi, pikiran, ataupun perilaku penderitanya.
Berikut ini adalah beberapa contoh gejala mental illness secara umum:
  1. Perasaan sedih berkepanjangan
  2. Kesulitan untuk berpikir atau berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi
  3. Ketakutan, kekhawatiran, atau rasa bersalah yang berlebihan
  4. Perubahan suasana hati yang ekstrem
  5. Penarikan diri dari lingkungan sosial
  6. Lelah yang berkepanjangan
  7. Perubahan pola tidur
  8. Ketidakmampuan dalam mengatasi masalah sehari-hari
  9. Kesulitan memahami situasi atau orang lain
  10. Perubahan besar dalam kebiasaan makan
  11. Kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang
  12. Ada pikiran atau bahkan tindakan untuk bunuh diri
Selain gejala-gejala di atas, orang yang menderita mental illness juga bisa merasakan gejala pada fisiknya, seperti sakit perut, sakit punggung, atau sakit kepala. Gejala seperti ini disebut dengan gejala psikosomatis.

Penyebab dan Faktor Risiko Mental Illness
Hingga kini, penyebab mental illness masih belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko seseorang terserang mental illness, seperti:

  1. Pengalaman traumatis
  2. Riwayat gangguan kesehatan mental dari anggota keluarga, seperti orangtua atau saudara kandung
  3. Masalah yang membuat stres, seperti masalah keuangan, kerabat dekat yang meninggal dunia, bullying, atau perceraian orangtua
  4. Riwayat penyakit, seperti diabetes
  5. Kerusakan otak akibat cedera fisik yang serius, seperti benturan atau pukulan di kepala
  6. Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
  7. Riwayat pelecehan dan penelantaran saat masa kecil
Diagnosis dan Perawatan Mental Illness
Untuk mendiagnosis kondisi mental illness yang diderita pasien, psikiater akan mulai dengan meninjau gejala dan keluhan yang dirasakan oleh pasien ataupun orang di sekitar pasien, riwayat obat-obatan atau suplemen yang dikonsumsi pasien, serta riwayat penyakit mental pada pasien dan keluarganya.

Setelah itu, psikiater juga akan melakukan pemeriksaan fisik, saraf, laboratorium, dan radiologi. Hal ini penting untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit fisik yang bisa menimbulkan gejala mental illness, misalnya penyakit tiroid atau stroke. Jika psikiater mendiagnosis bahwa pasien menderita mental illness, umumnya perawatan yang akan diberikan adalah sebagai berikut:

1. Terapi perilaku kognitif
Ini adalah jenis psikoterapi yang dilakukan untuk mengubah dan mengembangkan pola pikir dan perilaku pasien dari yang negatif menjadi lebih posiitif. Terapi ini bisa diberikan untuk penderita gangguan bipolar, depresi, gangguan kecemasan, dan skizofrenia.

2. Terapi interpersonal
Psikoterapi interpersonal dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan dan cara pasien berinteraksi dengan orang lain, misalnya pasangan, keluarga, atau sahabatnya. Pasien akan diajarkan cara berempati dan menyelesaikan konflik dengan orang lain.

3. Terapi perilaku dialektis
Umumnya, terapi ini digunakan untuk pasien dengan gangguan kepribadian ambang, tetapi bisa juga digunakan untuk jenis mental illness yang lainnya. Ini adalah jenis psikoterapi yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu pasien mental illness mengelola dan merespons emosi negatif atau perilaku impulsif.

4. Obat-obatan
Selain psikoterapi, psikiater juga mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk pasien mental illness. Peresepan obat-obatan ini bertujuan untuk mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien, bukan untuk menyembuhkan mental illness-nya.

Posting Komentar

0 Komentar